Beranda > international > PM Jepang Pertimbangkan Rencana Relokasi Pangkalan AS di Pulau Okinawa

PM Jepang Pertimbangkan Rencana Relokasi Pangkalan AS di Pulau Okinawa

Setelah Calon Antirelokasi Menangi Pilwali Nago
TOKYO – Perdana Menteri (PM) Jepang Yukio Hatoyama kian memiliki alasan untuk mempertimbangkan kembali rencana merelokasi pangkalan Korps Marinir Amerika Serikat (AS) di Pulau Okinawa. Itu terjadi setelah penduduk Kota Nago memilih tokoh anti-pangkalan AS, Susumu Inamine, sebagai wali kota pada pemilihan wali kota (pilwali) yang berlangsung Minggu lalu (24/1).

Padahal, Nago-lah yang akan menjadi tujuan pengalihan Pangkalan Udara Korps Marinir Futenma (MCAS Futenma) yang kini berada di Kota Ginowan. Relokasi itu diperlukan karena Ginowan sudah semakin padat penduduk.

Sebaliknya, Nago yang berada di ujung selatan pesisir Okinawa tersebut masih belum banyak dihuni. Tapi, opsi yang telah disepakati AS dan Jepang -saat masih dipimpin mantan PM Taro Aso- itu, tampaknya, tidak akan terlaksana dengan mudah. Sebab, Inamine menentang keras relokasi tersebut.

“Selama kampanye saya sudah berjanji untuk menolak pangkalan (AS). Kini, dengan kemenangan ini, saya akan tetap melanjutkan penolakan itu,” seru Inamine seperti dikutip Associated Press sesaat setelah dinyatakan menang Minggu lalu (24/1).

Politikus independen itu mendapat dukungan Partai Demokratik Jepang (DPJ) yang diketuai Hatoyama dalam pilwali Nago. Dia sukses mengungguli incumbent Yoshikazu Shimabukuro dengan total perolehan suara mencapai 17.950. Sedangkan Shimabukuro yang mendukung relokasi MCAS Futenma dengan alasan ekonomi mengantongi 16.362 suara.

“Hasil pemilihan (wali kota) tersebut adalah suara rakyat Nago,” aku Hatoyama dalam jumpa pers kemarin (25/1) seperti dilansir Agence France-Presse.

Meski sudah semakin jelas bahwa warga Nago menolak kotanya dijadikan kandang baru militer AS, Tokyo tetap belum mengambil keputusan final. Di hadapan media, Hatoyama menegaskan, keputusan akhir soal relokasi MCAS Futenma tersebut baru disampaikan akhir Mei nanti.

Hatoyama yang mewarisi kesepakatan tentang relokasi MCAS Futenma dari pendahulunya memang tidak bisa begitu saja membatalkan persetujuan itu meski dia sendiri kurang sreg. Dalam kesepakatan AS-Jepang 2006 disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat merelokasi sekitar 2.000 (dari total 47.000) personel Marinir ke Nago. Secara bertahap, MCAS Futenma yang baru ditargetkan berdiri di Nago pada 2014.

“Kami akan mengkaji kembali sebelum mengambil keputusan untuk melanjutkan kesepakatan itu atau merelokasi pangkalan tersebut ke lokasi lain, baik di dalam maupun di luar Pulau Okinawa,” urai Hatoyama.

Washington yang sempat tersentak saat Hatoyama mendeklarasikan agendanya untuk menyejajarkan hubungan AS-Jepang mendesak Tokyo melanjutkan kesepakatan. Sebab, setelah merelokasi sekitar 2.000 personel MCAS ke Nago, pemerintahan Barack Obama juga berniat merelokasi seluruh pasukannya di Okinawa. AS telah menempatkan militernya di Jepang sejak akhir Perang Dunia II.

Kemenangan Inamine juga kembali memunculkan kritik media terhadap kebijakan pascaperang Jepang. “Bukan hanya Shimabukuro yang kalah dalam pilwali. Pecundang terbesarnya adalah strategi pangkalan militer pascaperang Jepang,” tulis koran nasional Asahi Shimbun di halaman utama editorialnya.

Jeff Kingston, direktur Asian Studies Temple University, menyebut kemenangan Inamine sebagai akhir kesepakatan AS-Jepang yang dicapai 2006 lalu. Juga, kesempatan bagi Hatoyama untuk bersikap tegas dan merealisasikan cita-citanya mewujudkan Jepang yang tidak tunduk kepada AS. (hep/ttg)

Kategori:international
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: