potret khairul94

PAS SMP DI DARUL ULUM

Lge photo-photo di kantin neeh!

Tempo Doeloe

Banjoewangi - Wartel 1909

Kartupos ini memperlihatkan warung telepon di Banyuwangi. Pada awal abad ke-20 telepon masih merupakan puncak dari modernitas. Pada tahun 1882 pemerintah Hindia Belanda sudah mendirikan telepon di kota Batavia. Kemudian, disusul telepon interlokal tahun 1896 yang menghubungkan kota lain. Pemerintah mendirikan warung telepon di kota-kota di seluruh pulau Jawa. Wartel yang tersebut adalah gedung bagus dengan arsitektur modern. Letaknya di pusat kota. Cukup menarik untuk merekam dengan pesawat foto. Orang Banyuwangi di jalan memandang kepada fotografer kaya mereka belum pernah lihat kamera.

Banjoewangi- Messigit ~1910

Bondowoso - Aloon aloon ~1910

Bondowoso punya alun-alun yang lumayan gede dipusat kota. Paling senang ke sana pada malem minggu, karena memang pasti orang-orang pada berkumpul di sana. Ada yang jualan mainan anak-anak sampai jualan makanan kaki lima di sepanjang jalan alun-alun itu. Tapi pada hari biasa dari senin sampai jumat, kota Bondowoso bisa dibilang sepi sekali. Paling enak jalan pagi, paling enak mutar-mutar di seputaran alun-alun karena aktifitas pagi sampai siang juga tidak terlalu padat. Beda sama Surabaya apalagi Jakarta. Beda banget!

Bondowoso… setiap orang yang tahu nama kota ini selalu mengatakan “Kota Tape”, dan memang Bondowoso paling banyak memproduksi Tape Singkong.

Bondowoso has a big central park called “Alun-Alun”. Best time to go there is Saturday night because for sure many people gather there. From children toy sellers to food stalls along the streets of the alun-alun. But on normal week days from Monday till Friday, Bondowoso can be called quite deserted. Nice to go jogging in the morning, nice to walk around the alun-alun as the activity from morning till noon is not that intensive. Different from Surabaya, especcialy from Jakarta. Very different!

Bondowoso… everybody in Indonesia knows that the name of this city means “Tape city” (pronounced “tah-peh”), and indead Bondowoso produces the most Tape Singkong.

Djember - kotta 1900an

Pusat kota Jember adalah sesuatu jalan yang menghubungkan Alun-alun dengan pasar. Pada jaman dulu, jalan ini disebut “Passerweg” (Jalan Pasar) atau “Jalan Raya”. Disini ada macam-macam toko. Kartupos ini memperlihatkan panorama dari Alun-alun mengarah ke barat. Pejalan kaki melintasi jalan ini di bawah naungan rindang pohon yang di pinggiran. Sejak dulu kota Jember berreputasi sebagai salah satu kota paling bersih di pulau Jawa.

Djember Kotta 1900an

Djember Passerweg 1900an

Kartupos ini memperlihatkan panorama di Jalan Pasar. Pejalan kaki dan kereta kuda sado melintasi jalan ini di bawah naungan rindang pohon yang di pinggiran.

Djember - Salon toekang ramboet 1909

“Salon de coiffure” (bahasa Perancis) berarti “ruang potong rambut“. Sekarang bahasa Indonesia berkata “Salon“ saja. Salon ini bernama “Limoen“. Nama ini sedikit aneh. Mungkin tamu menerima sop-drink limun. (Atau mungkin pemilik adalah seorang tionghoa yang bernama Lim Oen?)

Di depan salon ada papan iklan “Haarknippeer Limoen“. Haarknipper (bhs Belanda) berarti tukang potong rambut. Didepan salon dua ekor ayam dan seorang berpakaian bagus dengan tas hitam berdiri. Depan pintunya sebuah jembatan bambu menyeberang parit. Salon didirikan di rumah sederhana sekali. Atap salon berbahan sirap kayu. Rumah tetangga kiri lebih maju. Atapnya ada genteng modern. Didepan rumah tetangga seorang sedang mencuci baju.

sekolah sahabat mata air di nguling

INI kegiata penanaman pohon mangrove yang terkenal di desa penunggul dan semua pohon mangrove yang adad disana dirintis oleh pak mukarim

ini adalah gambaran dari kegiatan sekolah sahabat mata air di desa penunggul, (penanaman pohon mangrove yang di bimbing langsung oleh pak mukarim sang perintis penanaman pohon mangrove didesa penunggul)

di desa penunggul waktu kegiatan sekolah sahabat mata air kami sempat menanam beratus-ratus pohon mangrove di desa penunggul

sebelum pergi untuk kegiatan penanaman pohon mangrove(bakau) kami diberi kegiatan untuk mengetahui seberapa besar ego kita terhadap alam serta lingkungan kita

di perjalanan kami diberitahu tentang jenis-jenis pohon mangrove atau yang biasa kita ketahui sebagai pohon bakau dan banyak lagi keterangan-keterangan tentangpohon mangrove ini\

mangrove mempunyai potensi

  1. 24 Juni 2010 pukul 2:27 pm

    kemaja aja rul ?😀

    ==
    Juragan Kampus numpang eksis juga disini yah :
    Mati Listrik, Batal Ujian

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: